Senin, 11 Februari 2013

Pembidaian


Pembidaian
Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi), memberikan istirahat dan mengurangi rasa sakit.
      Penanganan fraktur yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian.Pembidaian adalah pemakaian suatu alat Bantu untuk menghindari pergerakan, melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang cedera.
.......     Pembidaian tidak hanya dilakkukan untuk immobilisasi tulang yang patah tetapi juga untuk sendi yang baru direposisi setelah mengalami dislokasi.Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor sehingga gampang mengalami dislokasi kembali,untuk itu setelah diperbaiki sebaiknya untuk sementara waktu dilakukan pembidaian.

A. Tujuan Utama Pembidaian
Tujuan utama pembidaian adalah untuk mencegah terjadinya pergerakan anggota tubuh yang cedera. Pembidaian harus mencakup sendi dan tulang agar efektif.

      B. Beberapa Tujuan Lain Pembidaian
            a) Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
            b) Mengurangi terjadinya cedera baru di sekitar bagian tulang yang patah.
            c) Memberi istirahat pada bagian anggota yang patah.
            d) Mengurangi rasa nyeri.
            e) Mempercepat penyembuhan.
            f) Mengurangi perdarahan.

      C. Jenis-jenis Bidai yang Umum Dipakai
          1) Bidai Keras
 Dibuat dari bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian yang cedera. Bahan   yang sering dipakai adalah kayu, alumunium,   karton,plastic atau bahan lain yang kuat dan ringan.
 Contoh : Bidai kayu, bidai tiup, bidai vakum.       
a)      Bidai yang Dapat Dibentuk
Jenis bidai ini dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk disesuaikan dengan bentuk cedera .
Contoh : Bidai vakum, bantal,selimut, karton, bidai kawat.
b)     Bidai Traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya. Hanya digunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Berikut ini gambar untuk bidai traksi leher.
c)      Bidai Gendongan/Belat dan Bebat
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umunya dipakai
mitela. Prinsipnya adalah memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera.
Contoh : Gendongan lengan.
d)     Bidai Improvsasi  
Bila tidak tersedia bidai jadi, maka penolong dituntut mampu
berimprovisasi membuat bidau yang cukup kuat dan ringan untuk
menopang bagian tubuh yang cedera.
Contoh : majalah, koran, karton dll.

             D.    Ukuran Spalak
      Spalak memiliki ukuran yang berbeda, dan dibuat berdasarkan kebutuhan penderita. Berikut ini   adalah beberapa ukuran splak di Indonesia:
a)      Spalk Prematur                  Uk.   8 x 4 Cm          
b)      Spalk Bayi                         Uk. 10 x 4 Cm           
c)      Spalk Bayi                         Uk. 10 x 5 Cm           
d)     Spalk Anak                       Uk. 12 x 5 Cm           
e)      Spalk Anak                       Uk. 15 x 5 Cm           
f)       Spalk Anak                       Uk. 20 x 5 Cm           
g)      Spalk Tangan                    Uk. 30 x 6 Cm           
h)      Spalk Kaki                        Uk. 60 x 10 Cm         
i)        Spalk Kaki                        Uk. 65 x 10 Cm         
j)        Spalk Kaki                        Uk. 90 x 10 Cm         
k)      Spalk Kaki                        Uk. 100 x 10 Cm       

      E. Pedoman Umum Pembidaian
            a) Informasikan rencana tindakan kepada penderita.
            b) Paparkan bagian yang cedera dan atasi perdarahan jika ada.
            c) Bebaskan pakaian didaerah sendi yang akan dibidai dan buka perhiasan                  .                    
            d) daerah yang patah/bagian distalnya.
            e) Nilai GSS pada bagian distal sebelum membidai.
            f) Siapkan alat-alat.
            g) Jangan ubah posisi bagian yang cedera.
            h) Jangan memasukkan bagian/tulang yang patah.
            i) Pembidaian harus meliputi dua sendi tulang yang patah.
            j) Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi.
            k) Lapisi bidai dengan bahan yang lunak bila memungkinkan.
            l) Isi bagian tubuh yang kosong dengan bidai dngn pelapis.
            m) Ikatan tidak terlalu keras atau kendor.
            n) Ikatan cukup jumlahnya.
            o) Selesai, periksa GSS kembali.

      F. Pertolongan Cedera pada Sistem Otot Rangka
            a) Lakukan penilaian dini.
                1. Kenali dan atasi keadaan yang mengancam jiwa.
                2. Jangan terpancing oleh cedera yang terlihat berat.
                3. Pasaang bidai leher (neck collar) dan beri oksigen bila ada.
            b) Lakukan pemeriksaan Fisik.
                
Perubahan bentuk (Deformities) bandingkan sisi sakit dengan yang sehat.
………….
Luka terbuka (Open Injuries) biasanya terlihat adanya darah.
………….
Nyeri  (Tenderness) daerah yang cedera lunak bila ditekan akan terasa nyeri (pada penderita sadar). Bengkak  (Swelling) daerah yang cedera mengalami pembengkakan.
            c) Stabilkan bagian yang patah secara manual, pegang sisi sebelah atas dan sebelah bawah cedera, jangan sampai menambah rasa sakit penderita.Stabilkan manual dilakukan sampai bagian yang cedera diimobilisasi dengan sempurna.
            d)
Upayakan yang diduga patah dapat dilihat.
            e)
Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada.
            f)
Siapkan alat-alat seperlunya (bidai dan mitella).a
            g)
Lakukan Pembidaian.
                1.
Ukurlah bidai, agar sesuai dengan panjang bagian yang cedera.a
                2.
Satukan dengan tubuh atau alat gerak lainnya pada tungkai.
                3.
Jangan terlalu kuat sampai peredaran darah terganggu.
            h)
Kurangi rasa sakit.
                 1.
Istirahatkan bagian yang cedera.
                 2.
Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup) dapat di  
                     pertimbangkan
                 3.
Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
      G. Penanganan Terkilir
           Bila menemukan penderita dalam keadaan terkilir maka dapat dilakukan tindakan:
            a) Letakkan penderita dalam posisi yang nyaman, istirahatkan bagian yang cedera.
            b)
Tinggikan bagian yang cedera.
            c)
Beri kompres dingin maksimum 3 menit,  ulangi setiap jam bila perlu.
            d)
Balut tekan dan tetap tinggikan.
            e)
Rawat sebagai patah tulang.
            f)
Rujuk ke fasilitas kesehatan

Pertolongan Dari Beberapa Cedera Alat Gerak
       Alat gerak terdiri dari dari tulang, Sendi, Jaringan ikat dan otot pada manusia.Adapun berikut macam-macam dari beberapa cedera dari alat-alat gerak tubuh, yaitu:

A. Patah Tulang Lengan Atas
           Tulang lengan atas merupakan tulang yang cukup tebal dan kuat, bila tulang ini cedera waspadailah cedera di sekitar jaringan 
Pertolongan: 
a)      letakkan tangan perlahan – lahan hingga ke tubuhdalam posisi sealamiah mungkin           
b)      letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut
c)      pasang satu bidai yang sudah bahan empuk disebelah lengan luar dan ikatlah dengan dua carik mitela di atas dan di bawah bagian yang patah
d)     buatlah gendongan ke leher, tempelkan lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yangmelingkari dada dan belatan bidai.
B. Patah Tulang Lengan Bawah
Cedera di daerah lengan bawah dan pergelangan tangan merupakan cedera  yang sering ditemukan karena alasan letak anatomisnya.
            Pertolongan:
a) Letakkan tangan pada dada.
b) Pasang bidai dari siku sampai tangan.
c) Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah.
d) Lengan digendong.
e) Rujuk ke fasilitas kesehatan.
C. Patah Tulang Tungkai Bawah
           Patah tulang tungkai bawah umumnya terdapat di kedua tulang tungkai bawah yang mengalami cedera bersamaan
Pertolongan:
a) Siapkan pembalut secukupnya untuk mengikat bidai.
b) Sebaiknya pasang dua bidai sebelah dalam dan luar.
c) Bidai mulai dari lipat paha sampai sedikit melebihi telapak kaki.
d) Rujuk ke fasilitas kesehatan.
D. Cedera Lutut
Cedera  ini termasuk satu dari 40 kasus bedah ortopedi. Terbanyak terjadi pada sendi dan tulang rawan (retak), termasuk sakit dan nyeri yang terkait dengan tempurung lutut.
            Pertolongan:
            Saat awal mengalami cedera lutut, cobalah RICE. Yaitu :
a)Rest ( Istirahat ). Istirahat mutlak dilakukan agar jaringan pada lutut yang cedera cepat pulih. Istirahat harus total, alias kaki sama sekali tidak digerakkan.
b)Ice ( Es ). Untuk mengurangi nyeri dan bengkak, kompres lutut dengan es untuk mengurangi pendarahan yang terjadi di dalam dan juga pembengkakan.
c)Compression ( Dipres). Balut lutut yang cedera dengan perban elastik agar bengkaknya terlokalisir. Lakukan sampai bengkaknya hilang.
d)Elevation ( Diangkat ). Kaki yang sakit diangkat dengan posisi lebih tinggi dari posisi jantung.
E. Cedera Bahu
            Cedera bahu adalah cedera yang paling sering terjadi di daerah bahu.Bila terjadi patah tulang selangka, mungkin terlihat rongga pada daerah lengan atas di bawah tulang selangka.
.           Pertolongan: Pada cedera ini tindakan yang paling baik adalah memasang bidai gendongan.
 F. Cedera Otot Pergelangan Kaki
Cedera otot pergelangan kaki terjadi karena gerakan seperti melompat, berlari, dan berhenti mendadak menyebabkan yang tendon terjepit.
Pertolongan: Persatukan kaki yang cedera dengan kaki yang sehat. Bila mungkin diletakkan bidai yang sesuai di antaranya.
G. Cedera Siku
Penyebab cedera siku antara lain karena beban berlebihan dan terus menerus  di daerah siku sebagai tumpuan 
Pertolongan: Lengan digendong dengan mittela selama 2-3 hari, lalu diberikan metode RICE
H. Otot Tertarik
Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps.
Pertolongan: Jika kram tiba-tiba datang, cobalah mengatasinya dengan menarik bagian kram ke arah berlawanan secara perlahan. Tahanlah posisi tersebut selama beberapa detik sehingga ketegangan pada otot mengendur. Setelah sakit reda, tak ada salahnjya melakukan pemijitan sekitar 5-10 menit di area kram untuk mengendurkan otot sekaligus memberikan kehangatan. Kram bisa terjadi   akibat kelelahan, seperti setelah berolah raga. Bila hal ini yang terjadi, kompreslah  dengan menggunakan ice pack di sekitar area kram, bukan tepat di atas area kram
      I. Sakit Punggung Bagian Bawah
          Banyak dialami oleh orang yang duduk terlalu lama dan penderita obesitas.Rentan atletitis dibidang tertentu.
            Pertolongan:
a)berbaring dengan posisi terlentang di atas kasur yang lunak selama 15 sampai 20 menit
b)kompres dingin bagian yang terasa nyeri sekitar 15-20 menit hingga otot kembali relaks
c)kemudian kompres hangat untuk merelaksasi aliran darah yang tersendat, sehingga otot yang tegang akan terstimulasi.
      J. Cedera Tulang kering
          Biasa menyerang pemula, yang berambisi ingin meningkatkan tahap  latihan. Memakai alas kaki yang tidak sesuai dengan aktivitas. Termasuk melompat dan .berlari di landasan yang keras.
Pertolongan: Jika kram tiba-tiba datang, cobalah mengatasinya dengan menarik bagian kram ke arah berlawanan secara perlahan. Tahanlah posisi tersebut selama beberapa detik sehingga ketegangan pada otot mengendur. Setelah sakit reda, tak ada salahnjya melakukan pemijitan sekitar 5-10 menit di area kram untuk mengendurkan otot sekaligus memberikan kehangatan. Kram bisa terjadi   akibat kelelahan, seperti setelah berolah raga. Bila hal ini yang terjadi, kompreslah  dengan menggunakan ice pack di sekitar area kram, bukan tepat di atas area kram
      K. Cedera paha
            Selain menyerang daerah paha yang terasa sangat nyeri, juga terjadi pembengkakan pada otot paha.
.           Pertolongan:
a)  Patah tulang paha sangat berbahaya, atasi shok  yang diakibatkan terlebih dulu dan panggil timdokter
b) Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
c) Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
d) Gunakan dua bidai papan lebar 10 – 15 cm yangdilapisi kain empuk 
e) Panjang bidai bagian luar harus membentang dari ketiak sampai dibawah lutut sedangkan bidai untuk  bagian dalam harus merentang dari pangkal paha sampai bawah lutut.
      L. Salah Urat
Cedera ini timbul karena salah gerak atau kelelahan pada tendon karena aktivitas berlebih. Paling banyak dialami pelari karena gerakan lari dan lompat. Sering keseleo/salah urat disebabkan oleh olah raga karena kurang pemanasan, jatuh dll. Urat adalah bagian dalam tubuh yang menyerupai benang atau tali. Sedangkan tendon adalah urat keras yg menghubungkan otot dng sendi atau yg menghubungkan otot dng tulang.

Pertolongan:
a) Rendam bagian yang keseleo dengan air hangat selama 5 -  10 menit
b) kemudian diurut " bagian yang keseleo " jangan bagian yang sakit tetapi bagian di kedua sisi yang sakit , selama kurang lebih 5 - 10 menit.
c) Kemudian bagian yang keseleo di olesi param kocok secukupnya, lalu aaadiperban
d) Kalau keesokannya belum sembuh ulangi langkah diatas, mudah-mudahan sembuh,
M. Cedera Tangan dan Jari
Tangan yang cedera harus dibidai pada posisi fungsional. Cara paling mudah adalah dengan meletakkan benda dalam telapak tangan, lalu membalut tangan tersebut dan meletakkannya diatas bidai. Bila yang cedera adalah jari, maka ikatlah jari tersebut dengan jari disebelahnya. Bila yang cedera lebih dari satu jari maka bidailah seluruh tangan.
Pertolongan: Meskipun bengkak dan kelainan bentuk pada jari tidak langsung terlihat jelas, pemain tersebut mengatakan ada rasa sakit yang berdenyut di bawah kukunya, pada DIP, yang merupakan tulang sendi ketiga. Oleh karena itu, jari yang cedera dengan cepat didinginkan dengan es dan kemudian dikompres. Selanjutnya pemain tersebut dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami akan sangat senang jikia anda memberi komentar kepada kami, karena hal demikian lah yang akan membuat kami bisa menjadi lebih baik.. :)